Sapporo Winter Festival
  • Dava

Sapporo Winter Festival



Konnichiwa! Ogenki Desu Ka? Tidak terasa sebentar lagi bulan Desember, wah.. asik nih tandanya Jepang akan dilanda Winter atau Musim Salju. Kebetulan karena sebentar lagi Winter, ternyata di Jepang ada kota yang mempunya Festival Musim Saljunya sendiri, yaitu kota Sapporo dengan festival bernama Sapporo Yuki Matsuri atau yang sering disebut-sebut sebagai Sapporo Winter Festival. Tahun ini, Festival Sapporo diadakan pada tanggal 31 Januari sampai dengan 11 Februari 2019, dan untuk tahun 2020 akan diadakan Festival yang sama pada tanggal 31 Januari sampai dengan 11 Februari 2020 juga. Ternyata Festival ini berawal dari suatu kebetulan dan bukan sesuatu yang direncanakan loh teman-teman, jadi dahulu, Sapporo Festival berawal dari Festival Salju yang diadakan oleh murid SD pada tahun 1935 di Otaru. Awalnya hanya ada 6 patung salju buatan siswa SMP dan SMU kota Sapporo, dan didukung juga dengan pelaksanaan Festival Salju oleh Japanese National Railways di depan stasiun Hokkaido.


Sejak saat itu, mulailah ramai orang membuat ukiran es dan dipamerkan kepada orang-orang banyak, serta dimeriahkan juga dengan karnaval yang dihadiri oleh 50.000 orang pengunjung. Pada saat itu Festival dimeriahkan dengan kontes, senam, perlombaan, tari, dan pemutaran film. Pada saat Festival pertama kali, tinggi patung salju dibatasi sampai 7 meter saja, berjalan seiringnya waktu, dan semakin maraknya Festival musim salju ini, maka pada Festival yang ke 4 peraturan patung es dengan batas maksimal 7 meter dihapuskan, dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Hokkaido membuat patung salju bahkan sampai 15 meter, karena salju yang diperlukan sangatlah banyak, maka pemerintah Hokkaido bahkan mengirimkan Truk dan Buldoser untuk mengumpulkan salju. Karena semakin besar dan ramai Festival yang dilaksanakan, maka banyak pihak swasta maupun pemerintah ikut berpartsipasi dan menghebohkan lagi Festival ini.



Pada festival yang ke 10 banyak wisatawan berdatangan untuk melihat Festival ini, bahkan sampai dunia Internasional. Pada tahun 1974, Festival dimeriahkan dengan lomba Seni Pahat Es Internasional yang diikuti seniman pahat dari berbagai kota di seluruh dunia. Saat Festival Musim Salju ke 41 dan 42, sempat diadakan festival di 4 tempat, namun lokasi ke 4 ditutup dikarenakan sangat sedikit pengunjung yang datang. Sekarang Festival ini dibagi di 3 lokasi, yaitu Taman Odori, Susukino, dan Sapporo Satoland. Di ketiga lokasi tersebut, ukiran es memiliki ukuran yang berbeda-beda, di Taman Odori terkumpul ukiran es dengan ukuran sangat besar, kemudian untuk ukiran es yang lebih kecil berada di Susukino, dan Sapporo Satoland tempat diadakannya acara keluarga.


Kemudian, di Sapporo juga terdapat tempat bernama Tsudome, dimana tempat ini terdapat bukit-bukit salju yang dipakai sebagai sarana seluncur es, dan Tsudome menjadi salah satu daya tarik wisata Sapporo juga. Selain melihat-lihat pertunjukan seluncur es dan pameran patung salju, kita juga bisa menikmati kuliner-kuliner yang dijual di Festival tersebut. Anda dapat melihat-lihat karya seni es sepanjang 1,5 kilometer di taman Odori. Karya-karya dipajang sepanjang taman dengan rapih dan dipenuhi oleh lampu-lampu warna-warni mengelilingi ukiran es dan patung-patung salju. Pemandangan ini juga bisa anda nikmati dengan menaiki menara Sapporo TV Tower yang memiliki ketinggian total 147,2 meter, pada ketinggian 90,38 meter, terdapat tempat observasi, nah di sinilah anda dapat melihat pemandangan indah dari Sapporo Winter Festival dan berfoto ria sepuasnya. Biaya yang dikenakan untuk menaiki menara ini adalah 720 Yen atau Rp93.000,-, cukup murah bila dibandingkan dengan pemandangan yang diberikan oleh kota Sapporo.



Banyak aktivitas yang bisa anda lakukan selama berada di Festival Musim Salju Sapporo mulai dari menonton seluncur es, menonton video bertemakan festival, sampai bermain di Labrinth. Labrinth di Sapporo Winter Festival murni terbuat dari bongkahan es dan salju yang ditata menyerupai labrinth yang berkelok-kelok. Kemudian, anda juga bisa melihat patung-patung es yang disorot dengan proyektor video, sehingga patung terlihat seolah-olah hidup. Anda disarankan untuk melihat-lihat patung di taman Odori pada saat matahari terbenam sampai pukul 22.00, karena pada saat itu lampu-lampu warna warni sudah dinyalakan, dan mempercantik, serta memberi warna ukiran-ukiran es.


Tahun 2019, Susukino Ice World 2019 memamerkan 60 patung es yang menakjubkan, seperti pahatan es dan karya-karya dari Kompetisi Pahatan Es dengan tema “Menikmati Es”. Anda dapat menyentuh atau menaiki patung es di Plaza Interaktif (Fureai Hiroba), berfoto di Illumination Street, dan menikmati minuman hangat dan sajian lainnya di Ice Bar. Semuanya menghiasi kawasan yang dipenuhi kerlap-kerlip cahaya lampu dengan fantastis. Kemudian, Tempat Tsudome merupakan tempat untuk menikmati permainan salju mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Di luar ruangan terdapat banyak atraksi yang lengkap seperti papan luncur salju sepanjang sekitar 100m, "rakit salju" yang menarik papan rakit dengan mobil salju, labirin salju, dll. "Into The Snow II" tempat Anda dapat mengambil foto kenang-kenangan dengan masuk ke dalam lubang berukuran orang yang dipahat di tembok salju maupun pembuatan boneka salju juga populer. Di dalam ruangan terdapat festival kuliner Hokkaido, alat permainan besar, acara panggung, dan juga pengalaman membuat teh Jepang/matcha. Tempat Tsudome akan membuat pakaian basah karena permainan salju sehingga disarankan untuk menyiapkan pakaian hangat yang baik untuk pakaian atas dan bawah.



Di Odori Park banyak sekali ukiran tokoh-tokoh film, salah satu bintangnya adalah pahatan es ikon Star Wars. Terletak di Odori Park 10-chome UHB Family Land, tokoh Star Wars yang ditampilkan terdiri dari C-340 yang juga memerankan R2-D2, si robot berbentuk bulat-bulat BB-8, serta Porgs, karakter mirip burung yang banyak dapat perhatian setelah tampil di Last Jedi. Ohya, ada pula pesawat tempur antariksa yang ikut mejeng, Resistence X-Wing Fighter. Berdasarkan penjelasan pada papan pengumuman, kehadiran karakter-karakter Star Wars dalam festival salju terbesar di Jepang itu adalah untuk memperingati rilisnya film terakhir dari trilogi Star Wars Episode IX yang akan hadir pada akhir 2019 nanti. Selain itu, film Star Wars pertama, Star Wars Episode IV A New Hope rilis pertama kali di Jepang pada 1978. Para penggemar Star Wars tentu tak akan melewatkan kesempatan untuk berfoto dengan latar karakter populer ini. Apalagi, panitia sengaja memutarkan lagu-lagu OST film yang mudah dikenali untuk semakin membangun suasana. Ada beberapa cara untuk mengabadikannya, dengan yang pertama adalah dengan bermodal kamera pribadi serta meminta tolong orang lain, seperti petugas yang siap dimintai bantuan, untuk memfotokan Anda. Kedua, Anda bisa meminta bantuan fotografer yang menyiapkan spot paling strategis untuk berfoto di kawasan Sapporo ini. Lokasinya berada di seberang pahatan Es Star Wars. Namun, layanan ini perlu mengantre dan berbayar. Begitu pula bila Anda ingin berfoto langsung di panggung pahatan es.


Sebagai negara yang kerap memproduksi animasi, banyak karakter dari Jepang yang mendunia. Nah, karakter-karakter animasi lokal juga ikutan mejeng sebagai perwakilan tuan rumah yang berada di area sebelah Star Wars, Odori Park 9-Chome. Meski ukurannya tak sebesar pahatan es Star Wars yang ketinggiannya lebih dari 10 meter, pahatan es warga lokal tak kalah banyak penggemarnya. Salah satu yang mudah dikenali adalah karakter Chibi Maruko Chan dengan teman-teman sekolahnya. Karakter Chibi mudah dikenali lewat rambut pendek berponi. Bentuknya tetap terjaga baik hingga hari terakhir festival karena tak semua karakter seberuntung itu. Misalnya saja Totoro, karakter populer dari Studio Ghibli yang mulai bocel-bocel meski masih bisa dikenali. Masih di area yang sama, Anda juga bisa melihat pahatan es yang dibuat untuk menghormati suku asli Hokkaido, Ainu, sekaligus untuk menyemangati warga yang terdampak gempa besar di pulau paling utara itu, tahun lalu. Pahatan yang dibuat berwujud sejumlah hewan yang khas Hokkaido, seperti angsa, beruang, dan elang.


Situs Tsu Dome adalah situs yang berorientasi keluarga dengan tiga jenis seluncuran salju, arung jeram salju, dan lebih banyak patung salju. Di dalam kubah, ada banyak kios makanan dan panggung untuk acara. Situs Tsu Dome buka setiap hari mulai jam 9:00 hingga 17:00. Situs Tsu Dome dibuka beberapa hari sebelum dimulainya festival, pada 31 Januari 2019. Sementara Situs Odori dan Susukino berada di pusat kota Sapporo, Situs Kubah Tsu terletak di luar pusat kota. Akses dimungkinkan dengan bus antar-jemput (100 yen sekali jalan, keberangkatan setiap 5 sampai 10 menit) atau dalam 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Sakaemachi, stasiun terminal Toho Subway Line (10 menit, 250 yen dari Stasiun Sapporo).


Pertunjukan Malam Salju Festival Sapporo adalah waktu terbaik untuk menyaksikan patung-patung salju yang terang oleh lampu. Sementara situs Tsudome tutup lebih awal pada pukul 17:00 sore, kotak salju berlanjut di Susukino dan Odori, keduanya dikenal karena kehidupan malamnya yang cerah, yang tercermin dalam salju yang dipajang. Kedua situs mematikan lampu mereka pada pukul 22:00 malam, jadi pastikan kamu sempat untuk melihatnya. Tempat terbaik untuk melihat penerangan salju adalah dari Sapporo TV Tower, di bagian timur taman Odori. Kamu bisa mendapatkan tiket siang / malam ke observatorium untuk melihat-lihat situs utama festival seharga 1.100 yen, memberi kamu pilihan untuk melihat pajangan dalam dua waktu indah yang berbeda dalam sehari. Jika kamu hanya ingin satu kali berkunjung dalam sehari, tiket berlaku seharga 720 yen. Selama Festival Salju, mereka memperpanjang jam buka dari 8:30 sampai 22:00, memberimu semua waktu di dunia untuk menikmati pemandangan indah yang serba putih.


Sapporo terdapat area seluncuran salju yang sangat luas di mana pengunjung dapat berseluncuran menggunakan rakit-rakit yang tersedia. Yang terakhir, situs Susukino. Perlombaan memahat es diadakan di situs ini. Selain itu, setiap tahunnya diselenggarakan kontes kecantikan, Susukino Queen of Ice (Ratu Es Susukino). Uniknya, pengunjung dapat berpartisipasi dalam memberikan hak suara mereka untuk menentukan patung es terfavorit. Pengunjung juga diberi kesempatan untuk berfoto bersama Ratu Es Susukino.


Selama mengunjungi Sapporo Winter Festival, anda tentunya membutuhkan tempat menginap di dekat Festival, maka dari itu ada beberapa hotel yang bisa anda pilih, yang pertama adalah Mystays Stasiun Sapporo Terletak tepat di sebelah Stasiun Sapporo, Hotel MYSTAYS menawarkan tempat terbaik selama kamu berada di Sapporo. Hotel ini dekat dengan stasiun utama dan hanya 15 menit berjalan kaki ke Taman Odori, memungkinkanmu untuk melihat-lihat sambil berkeliling kota. Kamar mulai dari sekitar 8,000 yen hingga 1,.000 yen tergantung pada waktu tahun dan kamar yang dipilih dari pilihan kamar Singles, Doubles, atau Twin. Karena dekat dengan stasiun, biasanya banyak dipesan, jadi banyak yang yakin untuk memesan terlebih dahulu.



Di saat liburan, mengapa tidak membuat hidup sedikit lebih mewah? Di Prince Hotel Hokkaido di Sapporo, kamu dapat menikmati pemandangan kota yang menakjubkan dari hotel ini dengan anggun. Bahkan ada pemandian air panas terbuka yang tersedia untuk semua tamu di hotel. Kamar-kamar di sini berkisar harga mulai 6,000 yen hingga 50,000 yen, tergantung pada pilihan Kamar Twin hingga Kamar Royal Suite mewah. Jadi, hiduplah sebentar dan manjakan diri dengan pengalaman hotel yang luar biasa yang hanya beberapa menit dari Taman Odori. Jika kamu mencari sesuatu yang sedikit lebih dekat dengan aksi tanpa harus khawatir bepergian jauh, terutama selama musim dingin ketika suhu bisa menjadi sangat dingin, maka Hotel Resol Trinity Sapporo adalah pilihannya. Hotel ini terletak tepat di sebelah Taman Odori dan menawarkan berbagai kamar dengan harga mulai dari 8,000 yen hingga 60,000 yen tergantung pada waktu tahun dan kamar yang kamu pilih. Secara garis besar, area festival Sapporo memang didominasi oleh pameran patung yang diselingi dengan karnaval. Namun di lokasi yang bernama Tsudome ini, terdapat spot untuk memainkan beberapa permainan khas musim salju loh. Tidak percaya? Mampir saja sendiri. Tapi, persiapkan terlebih dahulu dirimu untuk menikmati serunya Tube Slider yang panjangnya mencapai 100 meter ya. Masih kurang tertantang? Ada Snow Raft, bumper ball, dan masih banyak lagi kok. Namun sebagai catatan, area Tsudome ini baru dibuka dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore ya. Pasti puas bila kamu mengunjungi lokasi ini bersama teman-temanmu.


Menarik bukan? Maka dari itu anda sangat disarankan untuk datang ke Sapporo Winter Festival saat mengunjungi Jepang. Selain bersenang-senang di Festival Musim Salju ini, anda juga bisa menikmati kuliner khas Hokkaido yang sangat menarik untuk dicicipi. Hokkaido adalah pulau utara dari Jepang, tentunya kaya akan makanan Seafood seperti Jepang pada umumnya. Makanan khas yang wajib anda cicipi selama di Hokkaido adalah Hidangan laut mentah disajikan dalam bentuk Rice Bowl. Jepang terkenal dengan ikan laut mentah yang segar dan lezat dikonsumsi, maka dari itu anda wajib mencicipi makanan ala Hokkaido ini. Kemudian, selain ikan-ikan mentah, anda juga bisa mencicipi Rice Bowl ala Hokkaido yang lezat juga, yaitu Landak laut/Bulu Babi dan telur ikan yang disajikan dalam bentuk Rice Bowl juga. Selain olahan-olahan laut, anda juga bisa mencicipi daging kambing panggang khas Hokkaido yang tidak kalah nikmat dari olahan-olahan kambing lainnya. Bus antar-jemput ke Situs Tsu Dome juga berangkat dari Situs Odori dan dari Stasiun Sapporo (210 yen sekali jalan, setiap 15-30 menit). Perhatikan bahwa tidak ada parkir tersedia di dekat Situs Tsu Dome.

7 views
SUBSCRIBE FOR UPDATE NEWS
Our Address
Call Us

Viva Wisata Indonesia

Jl. Kuningan Raya No.2

Bandung West Java Indonesia

(022-87789418)

Senin - Sabtu : 09:00 - 17:00

Mobile Phone +628112233138

Tel: 022-87789418

Destinasi Tour Populer
Destinasi Tour Indonesia

Destinasi Tour of the Bitten Track

Destinasi Tour Bali

Tiket Pesawat Murah
informasi

Cara Pembayaran

Syarat dan Ketentuan

  • facecbook viva wisata
  • twitter viva wisata

© 2019 by Digital Indonesia. Proudly created for Viva Wisata